Berikut adalah rincian daftar kelengkapan csms yang dibutuhkan dan diperlukan dalam safety assesment yang umumnya diberlakukan di Indonesia.

 

 

Bagian 1 Kepemimpinan dan Komitmen

 Lampirkan bukti keterlibatan aktif pimpinan tertinggi (Senior Manager)  dalam aspek HSE :

  1. Laporan dan rencana perjalanan Manajemen meninjau lokasi
  2. Info/ memo HSE dari Senior Manager
  3. Daftar hadir Senior Manager dalam meeting HSE
  4. Struktur organisasi. 

 Bagian 2 Tujuan Kebijakan dan Strategi

 Kebijakan HSE disebarluaskan dan dikomunikasikan kepada seluruh karyawan melalui :

  1. Papan pengumuman
  2. E-mail atau surat pemberitahuan

Lampirkan bukti foto dan dokumentasinya.

 Bagian 3 Organisasi, Tanggung Jawab, Sumber Daya, Standard dan Dokumentasi

 Bagian 3.1 Program Komunikasi dan Rapat K3

 Bukti keterlibatan Manajemen dalam meeting HSE yang dilakukan secara periodik, yaitu :

  1. Program dan jadwal meeting HSE di semua level organisasi

Lampirkan bukti MOM, daftar hadir, dan materi rapat.

 Bagian 3.2.  Pelatihan Staf

 Lampirkan :

  1. Matriks / rencana kebutuhan pelatihan HSE untuk level staf beserta dokumentasi pelaksanaan pelatihan untuk level staf
  2. Matriks training untuk semua posisi / level jabatan.

 Bagian 3.3   Kemampuan Karyawan dan Pelatihan K3

 Lampirkan program HSE untuk karyawan dan karyawan baru, yaitu :

  1. Program pelatihan HSE.
  2. Materi induksi dan orientasi karyawan baru.
  3. Buku panduan HSE (jika ada).
  4. Bukti program orientasi karyawan baru. 

 Bagian 3.4   Pelatihan Khusus

 Lampirkan rencana dan bukti pelaksanaan pelatihan HSE untuk semua level jabatan, yang meliputi :

  1. Daftar hadir
  2. Sertifikat peserta pelatihan.

 Bagian 3.5   Pelatihan Khusus

 Lampirkan :

  1. Program pelatihan HSE spesialis untuk karyawan tertentu
  2. CV pimpinan tertinggi HSE.

 Bagian 4 Penanganan Bahaya dan Pengaruh

 Bagian 4.1    Penilaian Bahaya dan Dampak

 Lampirkan : 

  1. Prosedur penilaian risiko (risk assessment), JSA, HAZOP
  2. Bukti penilaian risiko untuk proses kegiatan di perusahaan Anda.

 Bagian 4.2   Exposure Pekerja

 Lampirkan mekanisme/ alur komunikasi pemaparan bahaya yang meliputi :

  1. Info HSE di papan pengumuman
  2. safety sign
  3. E-mail safety alert
  4. Laporan dari monitoring bahaya, seperti tingkat kebisingan, paparan bahan kimia, temperatur dan pencahayaan.

 Bagian 4.3   Bahaya Yang Potensial (Bahan Kimia, Ancaman Biologis dan Fisik Seperti Kebisingan, Radiasi, Uap, Uap Bahan Bakar, Suhu Yang Ekstrim)

 Lampirkan bukti foto papan pengumuman yang berisi info HSE, poster tentang bahaya kebisingan, radiasi, dan data MSDS.

 Bagian 4.4   PPE

 Lampirkan :

  1. Prosedur standar PPE (Alat Pelindung Diri)
  2. List PPE
  3. Laporan distribusi dan inspeksi PPE
  4. Laporan pelatihan penggunaan PPE
  5. Bukti penyimpanan dan pemeliharaan PPE.

 Bagian 4.5   Penanganan Limbah

 Lampirkan : 

  1. Prosedur penanganan limbah (waste management procedure), 
  2. Klasifikasi limbah
  3. Laporan manifes limbah.

 Bagian 4.6   Kesehatan Industri

  • Lampirkan program dan kebijakan kesehatan industri, seperti program housekeeping, ergonomi, Indoor Air Quality.
  • Lampirkan bukti dari identifikasi bahaya kesehatan, seperti laporan hasil MCU karyawan, pengukuran pencahayaan, temperatur dan kebisingan, penyediaan PPE.

 Bagian 4.7   Minuman Keras dan Obat-Obatan

 Lampirkan :

  1. Kebijakan Drugs & Alcohol serta bukti sosialisasi dan komunikasi kebijakan tersebut dalam bentuk buletin, email dan papan pengumuman.
  2. Program Drugs & Alcohol yang tercantum dalam penerimaan karyawan bebas drugs & alcohol.

 Bagian 5 Perencanaan dan Prosedur

 Bagian 5.1    Buku Panduan K3 atau Operasi

 Sebaiknya perlu dilampirkan prosedur dan manual HSE dengan disertakan prosedur pengendalian dokumen yang selalu diperbaharui.

 Bagian 5.2   Pengawasan dan Pemeliharaan Peralatan

 Lampirkan :

  1. Program inspeksi
  2. Sertifikasi dan maintenance peralatan, laporan/ catatan inspeksi peralatan.

 Bagian 5.3  Penanganan Keselamatan Transportasi

 Lampirkan :

  1. Prosedur transportasi darat dan bukti penerapannya, yang meliputi pelatihan drivers, inspeksi dan maintenance kendaraan, program pencegahan kecelakaan kendaraan.

 

Bagian 6 Pemantauan Implementasi dan Kinerja

 Bagian 6.1  Pemantauan Terhadap Manajemen dan Kinerja Aktivitas

 Lampirkan laporan prosedur monitoring performa HSE yaitu :

  1. Laporan tentang total jam kerja
  2. Jumlah kejadian kecelakaan
  3. Reward HSE
  4. Monitoring performa HSE dari klien dalam bentuk sertifikat/ penghargaan.

 Bagian 6.2  Program Keselamatan

 Lampirkan program dan jadwal safety meeting yang dilakukan secara teratur dan dihadiri oleh level supervisor/ Safety Officer beserta dokumentasi pelaksanaannya

 Bagian 6.3  Insiden Yang Berhubungan Dengan Hukum, Kejadian berbahaya, Tuntutan Perbaikan dan Pemberitahuan Pelarangan.

 Lampirkan catatan dan laporan kejadian kecelakaan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

 Bagian 6.4   Catatan Kinerja K3

 Lampirkan statistik catatan kinerja HSE dalam 5 tahun terakhir seperti annual report.

 Bagian 6.5   Investigasi dan Pelaporan Insiden

 Lampirkan :

  1. Prosedur investigasi dan pelaporan insiden/ kecelakaan
  2. Laporan insiden dan hasil investigasi
  3. follow up dari laporan inciden misalnya dalam bentuk memo, email, safety alert.

 

Bagian 7 Audit dan Peninjauan

 Lampirkan : 

  1. Prosedur audit
  2. Program audit yang meliputi jadwal audit, lingkup audit, tim audit, laporan audit dan follow up laporan audit.
  3. Bukti pelaksanaan audit

 

Bagian 8 Manajemen K3

 Lampirkan bukti perusahaan Anda menjadi  anggota Asosiasi HSE, misalnya sertifikat keanggotaan KADIN, APINDO, IAKKI, AK3, BSC. dll

 

Bagian 9 Prosedur Tanggap Darurat

 Lampirkan :

  1. Prosedur Emergency Response Plan (ERP)
  2. Struktur ERP
  3. Program ERP
  4. Pengumuman tentang ERP.
Share :