blow out preventer indonesia

Blow Out Preventer atau sering disingkat dengan BOP memiliki fungsi dan kegunaan penting dalam pengeboran.

 

Fungsi utama dari sistem pencegahan semburan liar (BOP System) adalah untuk   menutup lubang bor ketika terjadi “kick”. Blow out terjadi karena masuknya aliran fluida formasi yang tak terkendalikan ke permukaan. Blow out biasanya diawali dengan adanya “kick” yang merupakan suatu intrusi fluida formasi bertekanan tinggi kedalam lubang bor. Intrusi ini dapat  berkembang menjadi blowout  bila tidak segera  diatasi.

Rangkaian peralatan sistem pencegahan semburan liar (BOP System) terdiri dari dua sub komponen utama yaitu Rangkaian BOP  Stack, Accumulator dan Sistem   Penunjang.

 

A.  Rangkaian  BOP Stack

Rangkaian BOP Stack ditempatkan pada kepala casing atau kepala sumur langsung dibawah rotary  table pada lantai bor.

Rangkaian BOP Stack terdiri dari peralatan sebagai berikut   :

·     Annular  Preventer

Ditempat paling atas dari susunan BOP Stack. Annular preventer berisi rubber packing element yang dapat menutup lubang annulus baik lubang dalam keadaan kosong ataupun ada rangkaian pipa bor.

·     Ram  Preventer

Ram preventer hanya dapat menutup lubang annulus untuk ukuran pipa tertentu, atau pada keadaan tidak ada pipa bor dalam  lubang.

Jenis  ram preventer yang biasanya digunakan antara lain adalah  :

1.   Pipe ram

Pipe ram  digunakan untuk  menutup lubang bor pada      waktu rangkaian  pipa borberada pada lubang  bor.

2.   Blind  or Blank Rams

Peralatan tersebut digunakan untuk menutup lubang bor pada waktu rangkaian  pipa bor tidak berada pada lubang  bor.

3.   Shear Rams

Shear rams digunakan untuk memotong drill pipe dan seal sehingga lubang bor kosong ( open hole ), digunakan terutama pada offshore floating   rigs.

·     Drilling  Spools

Drilling spolls adalah terletak diantara preventer.  Drilling  spools  berfungsi  sebagai tempat pemasangan choke line ( yang mengsirkulasikan “kick” keluar dari lubang bor ) dan kill line ( yang memompakan lumpur berat ). Ram preventer pada sisa-sisanya mempunyai “cutlets” yang digunakan untuk  maksud yang  sama.

·     Casing Head ( Well Head  )

Merupakan alat tambahan pada bagian atas casing  yang  berfungsi  sebagai  fondasi BOP Stack.

 

2. Accumulator

Biasanya ditempatkan pada jarak sekitar 100 meter dari  rig.  Accumulator bekerja pada  BOP stack dengan “high pressure hydraulis” ( saluran hidrolik bertekanan tinggi ). Pada  saat terjadi “kick” Crew dapat dengan cepat menutup blowout preventer dengan menghidupkan kontrol pada accumulator atau pada remote panel yang terletak pada lantai bor.

Unit accumulator dihidupkan pada keadaan darurat yaitu untuk  menutup BOP  Stack. Unit  ini dapat dihidupkan dari remote panel yang terletak pada lantai bor atau dari accumulator panel pada unit ini terdiri dalam keadaan crew harus  meninggalkan lantai   bor.

 

3. Sistem  Penunjang  (Supporting System)

Peralatan penunjang yang terpasang rangkaian peralatan sistem  pencegahan semburan  liar (BOP System) meliputi choke manifold dan kill   line.

·       Choke  Manifold

Choke Manifold merupakan suatu kumpulan fitting dengan beberapa outlet yang dikendalikan secara manual dan atau otomatis. Bekerja pada BOP Stack dengan “high presure line” disebut “Choke Line”.

Bila dihidupkan choke manifold membantu menjaga back pressure dalam lubang bor untuk mencegah terjadinya intrusi fluida formasi. Lumpur bor dapat dialirkan dari BOP Stack kesejumlah valve ( yang membatasi aliran dan langsung ke reserve pits ),  mud-  gas separator atau mud conditioning area back pressure dijaga  sampai  lubang  bor dapat  dikontrol kembali.

·       Kill Line

Kill Line bekerja pada BOP Stack biasanya berlawanan berlangsung dengan choke manifold ( dan choke line ). Lumpur berat dipompakan melalui kill line kedalam lumpur bor sampai tekanan hidrostatik lumpur dapat  mengimbangi tekanan  formasi.

DESKRIPSI ALAT

  1. Komponen Utama BOP System
    • Komponen utama BOP System terdiri dari dua sub komponen, yaitu Rangkaian BOP Stack,  Accumulator dan Sistem Penunjang (Supporting system)
    • Fungsi :
  2. Rangkaian BOP Stack, berfungsi untuk menahantekanan lubang bor saat terjadi kick, dimana rangkaian tersebut terdiri dari sejumlah valve yang dapat menutup lubang bor bila terjadi
  3. Choke manifold, bekerja pada BOP stack dengan high pressure line yang dapat memindahkan aliran lumpur pada saat terjadi  "kick".
  4. Kill line, disambung berlawanan letaknya dengan choke line sehingga memungkinkan pemompaan lumpur berat ke dalam lubang  

2. Rangkaian  BOP Stack

  • Rangkaian BOP Stack terdiri dari Annular Preventer, Pipe ram preventer, Drilling Spool, Blind ram preventer,  dan Casing head
  • Fungsi:
  1. Annular preventer, dapat menutup lubang annulus baik lubang dalam keadaan kosong ataupun ada rangkaian pipa
  2. Ram preventer, hanya dapat menutup lubang annulus untuk ukuran pipa tertentu, atau dalam keadaan tidak ada pipa bor dalam
  3. Drilling spools, tempat  pemasangan choke line dan kill  
  4. Casing head, sebagai fondasi BOP  

3. Sistem  Penunjang  (Supporting System)

Komponen utama dari sistem penunjang adalah Choke manifold, dan Kill line. Fungsi:

  1. Choke manifold, membantu menjaga back pressure dalam lubang bor untuk mencegah terjadinya intrusi fluida
  2. Kill line, tempat lalunya lumpur berat yang dipompakan ke dalam lubang bor sampai tekanan hidrostatik lumpur dapat  mengimbangi tekanan

 

PEMBAHASAN

BOP sangat diperlukan dalam operasi pemboran, sebagai pengaman apabila sewaktu-waktu terjadi kick. Apabila terjadi kick maka crew dengan cepat menutup Blowout Preventer dengan menghidupkan kontrol  pada accumulator yang terletak  pada lantai  bor.

Pada perencanaan BOP Stack, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain adalah sebagai  berikut :

  • Kekuatan penahanan tekanan
  • Pemilihan dan  pengaturan komponen
  • Variasi penempatan, serta
  • Sistem pembelok

Prosedur yang lazim digunakan dalam memperkirakan besarnya tekanan yang terjadi pada pemboran  sumur  dangkal  adalah  dengan  estimasi  tekanan  yang  mungkin  terjadi    dengan

berat lumpur yang digunakan serta kedalaman operasi pemboran. Sedangkan  untuk  sumur dalam  memerlukan  perhitungan  yang lebih kompleks.

Blow out preventer sistem sangat berguna untuk mencegah terjadinya suatu aliran fluida formasi yang tidak terkendalikan sampai ke permukaan, yaitu dengan menutup lubang bor ketika terjadi ‘kick’. Faktor utama yang harus diperhatikan adalah tentang keadaan lumpur bor. Lumpur bor harus terus dikontrol sehingga kita dapat mengetahui kalau terjadi ‘kick’. Tanda-tanda terjadinya ‘kick’ antara lain lumpur bor memberikan tekanan hidrostatik lebih kecil dari tekanan formasi, volume lumpur dalam mud pit terlalu besar,    dan lain-lain.

Sistem ini terdiri dari dua sub-komponen utama, yaitu BOP stack dan accumulator serta supporting system. Adapun fungsi dari BOP  Stack  adalah menahan tekanan lubang bor  bila terjadi kick dan apabila keadaan darurat maka accumulator  akan  menutup  BOP  Stack. Dan untuk menggerakkan accumulator yang bekerja pada sistem BOP stack, menggunakan "High Pressure Hydraulic"  (saluran hidrolik  bertekanan   tinggi).

 

KESIMPULAN

Dari hasil pengamatan tentang penjelasdan di atas,  praktikan  dapat  mengambil  kesimpulan bahwa  :

  1. Blow out preventer system sangat diperlukan dalam operasi pemboran untuk mencegah jika sewaktu-waktu terjadi
  2. Faktor utama yang penting adalah sangat diperhatikannya lumpur pemboran, pengamatan dan perhitungan terus menerus harus dilakukan pada saat operasi pemboran untuk mengetahui ada tidaknya tanda-tanda  
  3. Kick merupakan hal yang sangat penting diperhatikan selama operasi pemboran Hal tersebut dilakukan karena kick merupakan indikasi untuk terjadinya blow out, maka dari itu bila kick terjadi maka kita sudah harus bersiap diri seperti menghitung tekanan pada casing head, tekanan pada  choke  manifold,  tekanan  pompa lumpur, kelebihan volume lumpur di mud pit, dan yang terpenting pengendalian tekanan dengan  menyiapkan BOP.
  4. Pada perencanaan BOP Stack, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut :
    • Kekuatan penahanan tekanan
    • Pemilihan dan  pengaturan komponen
    • Variasi penempatan, serta
    • Sistem pembelok
Share :