Dalam Pembahasan Kali ini akan didiskusikan mengenai berbagai macam jenis tali baja.

 

Jenis-jenis konstruksi tali kawat baja adalah sebagai berikut (Muin, 1995):
a. 6 × 19 + 1 fibre core, hoisting rope dan lain–lain artinya sebuah tali kawat baja dengan kontruksi yang terdiri dari 6strand dan tiap strand terdiri dari 19 steel wire dengan 1 inti serat (fiber core).

b. 6 × 37 Seal I.W.R.C (Independent Wire Rope Center), steel wire core, dengan inti logam lunak.
c. 6 × 36 + 1 fc; 6 × 26; 6 × 41 dan lain–lain.

Tali kawat baja banyak sekali macamnya, hal ini dikelompokkan sebagai berikut:
a. Berdasarkan jenis inti (core) dari tali kawat baja Dari jenis inti yang digunakan, tali kawat baja dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu (Rudenko, 1994):
1. Steel wire core atau Independent Wire Rope Core (I.W.R.C) dipakai bila:
a) Tali digunakan untuk sentakan yang berlebihan dan beban–beban yang tidak terduga.
b) Tali yang akan digulung pada drum dalam beberapa perletakan dan di bawah tegangan tinggi jadi dapat menyebabkan deformasi.
c) Tali digunakan untuk pemakaian pada temperatur tinggi yang dapat mengeringkan core dan dapat menyebabkan rapuh dan melenyapkan tahanannya terhadap tekanan strand.
d) Tali digunakan untuk operasi kerja pada udara lembab dan korosif yang menyebabkan timbulnya internal corosion.

2. Fibre core (inti serat)
Sering digunakan pada kondisi operasi yang memerlukan kefleksibelan dari tali kawat baja tersebut, inti tali kawat baja ini terdiri dari serat lunak.


3. Armoure core
Digunakan untuk kondisi operasi pada suhu yang tinggi dan mengalami gaya tekan yang tinggi. Tali kawat baja ini intinya merupakan suatu kombinasi dari kawat baja serta serat/fiber.
Tali kawat baja ini biasa digunakan pada daerah dekat tempat peleburan logam
4. Steel strand core (inti jalinan baja) Tali jenis ini digunakan pada kondisi operasi yang sama dengan jenis tali kawat baja jenis I.W.R. Pada tali kawat baja dengan inti terbuat dari jalinan baja biasanya digunakan pada alat angkat yang bekerja dengan kondisi beban angkat yang sangat besar.

b. Berdasarkan bentuk pintalan dari masing-masing serat pada setiap strand kawat (wire), bentuk pintalan dalam tali dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu (Rudenko, 1996):
1. Tali pintal silang atau tali biasa Tali biasa mempunyai penerapan yang luas. Tali ini dikonstruksi sedemikian rupa sehingga arah anyaman kawat dalam untaian berlawanan dengan arah anyaman untaian pada tali.
2. Tali pintal paralel atau jenis lang Pada tali paralel (lang) arah anyaman kawat dalam untaian sama dengan arah anyaman untaian pada tali. Tali ini mampu menahan gesekan lebih baik dan lebih fleksibel tetapi cenderung untuk terpuntir.
3. Tali komposit atau pintal balik Pada tali komposit kedua untaian yang berdekatan dianyam dengan arah yang berlawanan/terbalik. Di samping itu anyaman untaian tali ini dapat dilakukan dengan arah kanan dan kiri, lilitan arah kanan lebih sering digunakan. Secara spesifik konstruksi tali kawat (wire) dalam jalinan (strand) tali (rope) dapat diletakkan dalam dua arah yang berlainan, yaitu (Muin, 1995):

1. Right Regular Lay (RRL) Arah strand ke kanan dan arah wire berlawanan arah dengan strand.
2. Left Regular Lay (LRL) Arah strand ke kiri dan arah wire berlawanan dengan arahstrand.
3. Right Lang Lay (RLL) Arah strand ke kanan dan arah wire searah dengan strand.
4. Left Lang Lay (LLL) Arah strand ke kiri dan arah wire searah dengan arah strand.
5. Composite atau Reverse Lay Rope Bila strand terbagi dalam arah jalinan yang berlawanan.

c. Berdasarkan bentuk konstruksi dari kawat seratnya, tali kawat baja dapat dibedakan menjadi bermacam jenis, yaitu (Muin, 1995):
1. Sebuah konstruksi biasa (one size wire) dengan strand yang dipintal dari kawat yang berdiameter sama yang dinamakan tali biasa (ordinary wire rope),
 Tali dengan konstruksi one size wire memiliki seratserat kawat (wire) dengan ukuran diameter yang seragam.

2. Bila dalam strand dipintal kawat dari diameter yang berbeda, tali kawat baja tersebut disebut konstruksi warrington. Tali kawat baja konstruksi warrington terbagi atas dua jenis, yaitu sebagai berikut (Muin, 1995):
a) warrington compound rope
b) warrington seal, seperti gambar 8a, 8c s/d 8i.

3. Nonspinning wire rope, yaitu tali dengan konstruksi khusus
dan dengan treatment yang khusus pula. Selama dioperasikan
tidak akan ada tendensi untuk melawan pilinan di bawah
tegangan, seperti dalam Gambar 9 (Muin, 1995).

Nonspinning wire rope mempunyai keunggulan dibandingkan dengan ordinary sebagai berikut ini (Muin, 1995):
a) Distribusi beban yang merata masing-masing kawat yang mengurangi internal stress sampai minimum.
b) Fleksibelitas yang lebih baik.
c) Keausan tali yang lebih sedikit selama melewati sheave atau melingkari drum.
d) Keamanan operasional yang lebih besar.

4. Tali kawat baja dengan strand yang dipipihkan (tidak bulat)
seperti terlihat pada Gambar 10, biasanya dikonstruksikan dari lima komponen strand (flattened strand) dengan inti kawat

yang dipipihkan (flattened wire core); strand dipintal pada inti serat manila (hemp core). Tali kawat baja dengan flattened strand mempunyai bidang kontak yang luas dengan groove dan daripada strand yang bulat. Tali tersebut mengalami tegangan yang sangat merata dan kurang keausan (Rudenko,1996).

 

Share :